Judul E-book: Lemakku = Obatku, Fat Stem Cells [Sel Punca Lemak]
Penulis: Silvan S. Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology
Desain sampul: Silvan S. Prayogo.
Ilustrasi (gambar): Silvan S. Prayogo.
Dipublikasikan: 5 Maret 2013, Semarang, Indonesia
Hak Cipta Dilindungi Undang Undang
All rights reserved.
Dilarang keras memperbanyak, menerjemahkan (translate), mencetak (print), atau memfotokopi sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penulis.
Sanksi Pelanggaran Pasal 72.
Undang Undang Nomor 19 tahun 2002. Tentang Hak Cipta.
- Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing masing paling singkat 1 (satu) bulan dan / atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 5. 000.000.000 (lima miliar rupiah).
- Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500. 000. 000 (lima ratus juta rupiah).
SINOPSIS
Lemak cenderung dianggap mengganggu penampilan dan kesehatan tubuh. Maka pembahasan stem cells lemak di buku ini memberi sisi pandang menarik mengenai lemak tubuh sekaligus menyajikan informasi seputar teknologi stem cells.
Aplikasi teknologi sel punca (stem cells) menjadi salah satu trend bioteknologi kedokteran modern. Berbagai cara terapi / pengobatan dan produk kesehatan dikomersialkan berlabel stem cells. Namun seberapa jauh masyarakat awam maupun kalangan profesional kesehatan mengenal stem cells? Bagaimana menggali potensi stem cells dari tubuh kita sendiri? Apa saja tantangan dalam penerapan teknologi stem cells? Setelah membaca buku ini pembaca diharapkan menjadi lebih berwawasan ilmiah dan lebih bijaksana dalam menilai stem cells terutama pada produk dan / atau pelayanan berlabel stem cells yang menjanjikan hasil luar biasa.
Lemakku = Obatku diawali dengan pengenalan mengenai lemak tubuh. Antara lain apa saja peran lemak, metabolisme lemak, dan apa kaitan lemak dengan stem cells. Bab ke - dua membahas informasi dasar mengenai stem cells seperti pengertian stem cells, pengelompokkan stem cells berdasarkan sumber dan plastisitasnya, dan transplantasi stem cells.

Contoh gambar di E-book yang menjelaskan proses perubahan stem cells. Gambar di E-book lebih jelas dengan teks keterangan.
Bab - bab selanjutnya membahas lebih dalam tentang stem cells lemak. Pembahasan stem cells lemak meliputi cara mendapatkan dan memproses stem cells lemak, dan penerapan stem cells lemak dalam kedokteran. Penerapan stem cells lemak yang dibahas antara lain stem cells lemak untuk kecantikan (estetika), tulang, tulang rawan, dan otot (termasuk jantung). Gene therapy (terapi genetik), penyimpanan stem cells (stem cells banking), dan messenchymal stem cells juga dibahas dalam buku ini. Jenis jenis virus yang digunakan dibahas dalam topik gene therapy di buku ini.
Ilustrasi (gambar gambar) dan glossary (kumpulan istilah / terminology) tersedia untuk membantu memahami materi buku ini. Di bagian akhir buku terdapat kumpulan pertanyaan untuk membantu pembaca mengingat atau mencari informasi lebih terkait materi buku ini.
Pengantar

Contoh gambar proses gene therapy. E-book menampilkan gambar proses dengan lebih lengkap dan terdapat teks keterangan.
Setiap pagi bercermin mengamati lemak di sekeliling perut yang sepertinya semakin tebal. Kita mati - matian mengurangi lemak dengan menahan lapar, berolah raga berat, bahkan menjalani operasi. Lemak terkesan jahat, merusak penampilan, dan seterusnya.
Manfaat lemak tubuh lebih dikenal sebatas sumber cadangan energy. Tapi tahukah Anda manfaat lain lemak tubuh? Bagaimana lemak tubuh bisa membuat Anda lebih menarik? Apa potensi lemak tubuh bagi kesehatan, penampilan, bahkan menyelamatkan nyawa?
Buku ini membahas pengetahuan umum aplikasi sel punca lemak (fat stem cells) dalam bioteknologi medis (medical biotechnology). Biotechnology adalah penerapan / aplikasi ilmu biologi yang memanfaatkan organisme hidup. Misalnya kloning, membangun jaringan tubuh (tissue engineering), terapi genetik (gene therapy), dan sebagainya. Medical bioteknologi berarti bioteknologi untuk aplikasi medis.
Buku ini menyajikan pengetahuan mengenai aplikasi stem cells dengan stem cells lemak sebagai model menarik mengingat lemak sering dipandang sebelah mata. Pembahasan spesifik tentang stem cells lemak diharapkan membuka wawasan mengenai sisi positif lemak dan menyadari potensi tubuh kita bagi diri sendiri atau orang lain. Beberapa aplikasi bioteknologi lainnya terkait stem cells lemak juga dibahas seperti stem cells banking dan gene therapy. Buku ini dibuat dengan penjelasan sederhana disertai gambar gambar untuk mempermudah memahami aplikasi teknologi stem cells. Beberapa istilah di buku ini tetap berbahasa Inggris supaya pembaca mudah mencari referensi tambahan di internet yang rata rata berbahasa Inggris. Misalnya, informasi stem cells di search engine (contoh: Google) lebih lengkap dengan kata kunci Stem Cells daripada Sel Punca.
Buku ini bisa dinikmati siapa saja dari kalangan mahasiswa hingga profesional terutama calon dokter dan ilmuwan biologi yang ingin mengenal stem cells. Setelah membaca buku ini pembaca diharapkan menjadi lebih bijaksana menilai potensi stem cells dalam meningkatkan kualitas hidup mengingat banyaknya produk dan pelayanan kesehatan berlabel stem cells dengan janji janji luar biasa. Stem cells bukan peluru ajaib (the magic bullet) untuk semua masalah kesehatan walaupun potensi kebaikannya besar bagi manusia. Beberapa teknologi stem cells sudah bisa diaplikasikan dan terbukti manfaatnya. Namun masih banyak pula keterbatasan dan misteri stem cells yang perlu dipelajari.
Terima kasih yang sebesar besarnya kepada orang tua yang telah membuka peluang untuk membuat buku ini. Tak lupa juga terima kasih kepada para narasumber profesional dari berbagai negara yang telah bersedia berbagi ilmu dan informasi mengenai stem cells.
Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology
Ditulis: 22 February 2013
Karbohidrat dan insulin
Pasta, pizza, minuman soda, roti, kue dan cemilan manis menggoda lidah. Nasi putih menjadi keharusan bagi sebagian besar orang Indonesia. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat (carbohydrate) yang dicerna menjadi gula. Makan makanan berkabohidrat meningkatkan kadar gula darah (blood glucose). Peningkatan kadar gula memicu pelepasan hormon insulin supaya gula diserap sel sel tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar (energy) melalui proses glycolysis. Glycolysis adalah proses memecah molekul gula menjadi molekul molekul energy.
Namun kadar gula darah terlalu tinggi / tidak terkendali menyebabkan diabetes. Diabetes adalah gangguan kesehatan karena gula darah tidak bisa diserap oleh sel sel tubuh. Ada dua macam diabetes yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi jika pankreas pasien tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi jika sel sel tubuh pasien tidak merespon (resistant) terhadap insulin. Informasi diabetes bisa dicari di media massa.
Bagaimana karbohidrat menyebabkan kegemukan (obesitas)?
Gula (glucose) yang tidak diserap sel sel tubuh diproses oleh hati (liver) menjadi molekul glycogen. Glycogen disimpan di hati atau di otot sebagai cadangan energy siap pakai. Misalnya dipakai saat berolah raga. Hati juga merubah gula menjadi asam lemak (fatty acid).
Fatty acid disimpan di bagian bagian tubuh sebagai jaringan lemak (fat tissue / adipose tissue). Jaringan lemak berfungsi sebagai cadangan energy jangka panjang. Misalnya dipakai saat berpuasa berhari hari. Jaringan lemak terbentuk di bawah kulit terutama di sekeliling perut. Nah, begitulah makanan berkabohidrat bisa menyebabkan kegemukan. Selain di bawah kulit, ekstra lemak juga disimpan di organ organ tubuh, di liver misalnya. Ekstra lemak bisa merusak liver.
Apa penemuan / penelitian terbaru untuk mengendalikan karbohidrat?
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Hei Sook Sul di Departemen of Nutritional Science and Toxicology di University of California Berkeley, Amerika Serikat, menyelidiki proses perubahan karbohidrat menjadi lemak. Pada Maret 2009 mereka menyimpulkan bahwa gen (rangkaian kode genetik) molekul DNA Protein Kinase (DNA PK) berperan penting dalam merubah karbohidrat menjadi lemak. DNA PK sebelumnya diketahui berfungsi memperbaiki kerusakan rangkaian DNA.
Pemrosesan karbohidrat menjadi lemak dipicu oleh insulin yang merekat pada komponen penerima (receptor) di permukaan sel sel liver. Perekatan insulin pada receptor mengaktifkan Protein Phosphatase 1 (PPH 1). PPH 1 kemudian memberi signal kepada DNA PK untuk mengaktifkan molekul Upstream Stimulating Factor (USF) supaya molekul molekul seperti Fatty Acid Synthase (FAS) diproduksi untuk merubah gula menjadi fatty acid. Proses ini menjelaskan mengapa pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 mengalami banyak penurunan berat badan. Tanpa pengobatan, pasien tidak bisa merubah gula menjadi lemak.
Karbohidrat menyebabkan kegemukan (obesitas)?
Gula (glucose) yang tidak diserap sel sel tubuh diproses oleh hati (liver) menjadi molekul glycogen. Glycogen disimpan di hati atau di otot sebagai cadangan energy siap pakai. Misalnya dipakai saat berolah raga. Hati juga merubah gula menjadi asam lemak (fatty acid).
Fungsi DNA PK dibuktikan menggunakan dua kelompok tikus yang diberi makanan berkabohidrat tinggi. Kelompok pertama terdiri dari tikus tikus dengan DNA PK tidak aktif (mutan). Kelompok ke dua terdiri dari tikus tikus dengan DNA PK aktif (normal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus mutan tetap memiliki tubuh lebih langsing dengan lemak tubuh 40% lebih rendah daripada kelompok tikus normal (DNA PK aktif).
Pada Desember 2012 tim peneliti Prof. Hei Sook Sul mengumumkan bawha mereka mengidentifikasi molekul baru BAF60c yang juga berperan merubah karbohidrat menjadi lemak. BAF60c diketahui sebagai salah satu molekul dalam struktur kromatin (chromatin). Chromatin adalah struktur yang terdiri dari rangkaian DNA dan protein. Chromatin berfungsi dalam mengepak / melipat rantai DNA yang panjang supaya muat dalam nukleus (inti sel).
BAF60c ditemukan di cairan sel di luar nukleus (cytoplasm). Para peneliti menemukan bahwa Insulin yang merekat pada permukaan sel memicu BAF60c untuk bergerak memasuki nukleus. BAF60c kemudian merekat pada bagian chromatin yang terdapat gen yang mengatur sintesis (produksi) enzim enzim perubah karbohidrat menjadi lemak. BAF60c mengaktifkan proses perubahan karbohidrat menjadi lemak.
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa tikus tikus dengan BAF60c tinggi memiliki banyak gen aktif yang berfungsi memproduksi lemak walaupun mereka berpuasa. Sebaliknya tikus tikus dengan BAF60c tidak aktif tidak memproduksi lemak walaupun mereka makan makanan berkabohidrat tinggi.
Penelitian - penelitian molekuler ini membantu menemukan sasaran pengobatan baru untuk mengendalikan lemak tubuh. Namun saat ini para ilmuwan menghingbau bahwa cara terbaik melawan obesitas adalah dengan menjaga pola makan sehat / seimbang (tidak berlebihan makanan dan minuman berkabohidrat / manis) dan berolah raga teratur. Beberapa makanan berkabohidratpun ada yang mengandung nutrisi nutrisi penting untuk tubuh. Misalnya kentang, nasi, jagung, dll.
Referensi:
- Yang, S., Mice with disabled gene that helps turn carbs into fat stay lean despite feasting on high carb diet, UC Berkeley News: Press Release, Updated: 19 March 2009, Accessed: 21 February 2013. URL: http://www.berkeley.edu/news/media/releases/2009/03/19_mice.shtml
- Yang, S., New gene found that turns carbs into fat, could be target for future drugs, UC Berkeley News Center, Published: 6 December 2012, Accessed: 21 February 2013. URL: http://newscenter.berkeley.edu/2012/12/06/gene-converts-carbs-to-fat/
Sel Kanker Payudara (Breast Cancer) Jadi Normal Dengan Diremas?
Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochem & Mol. Bio, MSc. Biotechnology
Terbit: 11 February 2013, Senin
Kanker (cancer) disebabkan oleh sel - sel yang terdapat kelainan / mutasi DNA sehingga sel - sel ganas (malignant cells) ini tumbuh dan berkembang biak tak terkendali. Namun benarkah kanker hanya dipengaruhi oleh mutasi DNA pada sel?
Tubuh manusia terdiri dari puluhan triliun sel dengan DNA sama. Bagaimana sel - sel tersebut memutuskan untuk membentuk hidung, kaki, atau tumor? Jika satu sel ditemukan mutasi DNA, bukankah semua sel seharusnya bernasib sama? Lantas mengapa pasien tidak menderita kanker di sekujur tubuhnya?
Selain DNA, ternyata lingkungan sekitar sel (microenvironment) juga menentukan “nasib” sel. Maka tidak mengherankan jika sampel sel dari jaringan tubuh kehilangan kemampuan dan wujud aslinya setelah dipindahkan ke cawan percobaaan (petri dish). “Anda ambil sel payudara (mammary cells), taruh di petri dish, dan dalam tiga hari … … Sel - sel tersebut tidak menghasilkan susu. Mereka lupa,” Mina Bissel, ilmuwan terhormat (distinguish scientist) di bidang kanker dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley (LNLB) menjelaskan.
Penelitian kanker terbaru berupaya menjinakkan malignant cells dengan merekayasa microenvironment.Para peneliti dari University of California Berkeley (UC Berkeley) dan LNLB membalik sel - sel kanker payudara (breast cancer)menjadi sel - sel yang bersifat normal walaupun mutasi DNA tetap ada. Tim peneliti Prof. Daniel Fletcher dari laboratorium Berkeley menemukan bahwa tekanan (compression) mampu “mendidik” malignant cells untuk bersifat seperti sel - sel normal. Penemuan mereka dipresentasikan pada 17 Desember 2012 dalam pertemuan tahunan American Society for Cell Biology di San Fransisco, Amerika Serikat.
Jaringan payudara normal tumbuh atau mengecil dengan sangat teratur sesuai perubahan siklus reproduksi. Misalnya, sel - sel payudara akan berputar hingga membentuk struktur yang teratur dalam proses pembentukan acini. Acini adalah kelenjar payudara yang berbentuk seperti buah beri dan berfungsi menghasilkan susu selama proses menyusui. Lebih penting lagi, sel - sel payudara normal tahu kapan harus berhenti tumbuh.Sebaliknya, sel - sel kanker payudara stadium awal tumbuh tidak terkendali. Bahkan perputaran mereka tidak beraturan saat membentuk acini.
Gautham Venugopalan, salah seorang peniliti di tim Prof. Daniel Fletcher, menjelaskan bahwa manusia sudah ratusan tahun mengenal efek kekuatan mekanis pada tubuh. Misalnya, otot tumbuh besar jika kita sering mengangkat beban berat, sedangkan gravitasi penting menjaga kekuatan tulang. Penelitian mereka membuktikan bahwa kekuatan mekanis (mechanical force) bisa membalik sel - sel kanker menjadi normal.
Para peniliti ini mengembangbiakkan malignant cells dari payudara dalam wadah - wadah silikon fleksibel yang berisi semacam gelatin (seperti agar - agar). Para peneliti bisa memberi tekanan pada malignant cells karena wadah fleksibel ini.
Malignant cells bersifat seperti sel - sel normal setelah beberapa waktu dikembangbiakkan dalam tekanan. Malignant cells ini tumbuh lebih teratur membentuk acini normal, sehat. Malignant cells yang dikembangbiakkan tanpa tekanan sebaliknya tetap cancerous.

Foto hasil pemotretan dengan pewarnaan fluorescence pada koloni malignant cells payudara. Foto kiri adalah koloni malignan cells sebelum menerima tekanan. Foto kanan adalah koloni malignant cells setelah menerima tekanan. Foto kanan terlihat koloni malignant cells lebih kecil dan teratur. Image courtesy of Prof. Daniel Fletcher
Proses perubahan malignant cells menjadi normal diamati dengan mikroskop selang - waktu (time - lapse microscopy) selama beberapa hari. Time - lapse microscopy ini menunjukkan rotasi malignant cells yang teratur (coherent) layaknya sel - sel normal dalam membentuk acini. Malignant cells bahkan berhenti tumbuh setelah jaringan payudara terbentuk walaupun tekanan masih berlangsung.
“Malignant cells tidak benar - benar lupa bagaimanamenjadi sel yang sehat. Mereka hanya perlu bimbingan untuk kembali ke proses pertumbuhan yang benar,” Venugopalan menjelaskan.
Para peneliti kemudian menambahkan molekul “E-cadherin” yaitu protein yang berfungsi membantu sel - sel saling melekat. Malignant cells yang sudah bersifat normal berubah kembali menjadi tidak terkendali, cancerous. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antar sel juga berperan menentukan arah perkembangan sel dalam membentuk sebuah jaringan.
Bukti kekuatan mekanik pada sel kanker bukan berarti BH bertekanan (compression bra) bisa menyembuhkan kanker payudara. Prof. Daniel Fletcher mengingatkan bahwa tekanan pada sel kanker kemungkinan tidak akan menjadi cara mengobati kanker. Namun hasil penelitian ini memberi petunjuk baru untuk menemukan molekul dan struktur yang bisa dijadikan terget terapi.
Catatan:
Artikel ini dibuat berdasarkan referensi yang tercatat berikut ini. Informasi selengkapnya silakan melihat referensi - referensi ini.
Referensi:
- Yang, S., “To Revert Breast Cancer Cells, Give Them The Squeeze,” Published on 17December 2012, Last viewed on 6 February 2013, UC Berkeley News Center website, URL: http://newscenter.berkeley.edu/2012/12/17/malignant-breast-cells-grow-normally-when-compressed/
- Live Presentation: Bissel, Mina., “Mina Bissel: Experiments that point to a new understanding of cancer,” Filmed on June 2012, Posted on July 2012, Last viewed on 6 February 2013, Ted Global website, URL:http://www.ted.com/talks/mina_bissell_experiments_that_point_to-_a_new_understanding_of_cancer.html
Kenapa Wasir (Ambeien)Tepat Dihilangkan Dengan Barron Modern?
Wasir (ambeien / hemorrhoid) adalah pembengkakan pembuluh darah vena di dubur. Pembengkakan pembuluh darah ini terjadi karena tekanan besar yang antara lain disebabkan oleh mengejan terlalu kuat atau dubur dalam posisi mengejan terlalu lama.
Barron Modern adalah pengobatan wasir (penanganan wasir) tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok. Cara kerjanya adalah dengan pemasangan karet khusus di pangkal wasir (ambeien) untuk menghentikan aliran darah ke wasir. Wasir akan putus dalam sekitar satu sampai dua minggu karena tidak ada aliran darah.
Artikel ilmiah oleh dr. Amy Halverson dari Amerika Serikat yang dimuat di jurnal ilmiah Clinics in Colon and Rectal Surgery (Klinis dalam Operasi Kolon dan Rektum) mengatakan bahwa peluang keberhasilan penanganan wasir dengan Barron Modern adalah 80 90%. Barron Modern bahkan lebih baik daripada sclerotherapy (injeksi / suntik) dan Infrared / laser therapy.
Sclerotherapy adalah salah satu metode penanganan wasir (ambeien) tertua yang sudah digunakan sejak 1869. Sclerotherapy mengatasi wasir dengan cara menyuntikkan bahan kimia untuk membekukan pembuluh darah ke wasir. Sclerotherapy memiliki banyak efek samping / resiko serius antara lain kemandulan pada pria jika salah suntik, abses (nanah), reaksi alergi terhadap bahan kimia yang digunakan, dan pengerasan wasir yang menyebabkan penyempitan dubur.
Sedangkan infrared / laser therapy dinilai terlalu mahal untuk hasil yang tidak lebih baik daripada Barron Modern. Tingkat keberhasilan hanya sekitar 67%. Keberhasilan menjadi lebih tinggi jika dibantu dengan metode metode penanganan wasir lainnya. Tidak mengherankan jika biaya membengkak.
Stadium wasir berat (stadium 4) harus dioperasi (bedah). Barron Modern pun tidak bisa digunakan untuk wasir stadium 4. Maka, jangan mendiamkan wasir Anda. Jangan lupa, jagalah pola hidup sehat untuk mencegah wasir atau mencegah wasir bertambah parah. Misalnya, banyak minum air, makan makanan berserat (sayur dan buah), menjaga berat badan, dan tidak terlalu lama mengejan / jongkok di kamar mandi / WC.
Informasi:
Mitra Laboratorium Klinik
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang
Telepon: 024 - 844 4149 atau 024 - 831 6334
Handphone / SMS: 081 90 111 8719 (XL) atau 0811 272 6533 (HALO)
Black Berry PIN: 2A42AE07
Email: Websites:
Referensi:
- Halverson, A.,Hemorrhoids, Clinics in Colon and Rectal Surgery, 2007 May, 20(2): 77 85.
- Complications to Sclerotherapy as Hemorrhoid Treatment, Website. Diupdate: 2010. Diakses: 20 Februari 2013. URL: http://www.hemorrhoids.org/es/hemorrhoids/complications-to-sclerotherapy-as-a-hemorrhoid-treatment.html
- Scott C Thornton, MD Associate Clinical Professor of Surgery, Yale University School of Medicine; Director, Colorectal Teaching, Bridgeport Hospital; Private Practice, Park Avenue Surgical Associates, Hemorrhoids Treatment and Management, Website. Diupdate: 12 September 2012. Diakses: 20 Februari 2013. URL: http://emedicine.medscape.com/article/775407-treatment#aw2aab6b6b4
Pertanyaan yang sering kami terima mengenai pengobatan wasir (penanganan wasir) tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok dengan metode Barron Modern antara lain adalah:
- Wasir (ambeien / hemorrhoid) saya sepertinya stadium 3 (atau stadium 4, dll). Kira - kira masih bisa ditangani tanpa operasi tidak ya?
- Wasir (ambeien / hemorrhoid) saya sudah pernah disuntik (Beberapa waktu yang lalu dan / atau sudah disuntik beberapa kali untuk kesekian kalinya) namun sepertinya tidak ada manfaatnya. Malah BAB tambah sulit. Apakah wasir saya masih bisa ditangani tanpa operasi?
- Pertanyaan - pertanyaan lain yang intinya ingin mengetahui apakah keluhan yang diduga wasir (ambeien) masih bisa ditangani tanpa operasi dengan metode Barron Modern.
Menanggapi pertanyaan - pertanyaan tersebut, bisa kami jelaskan bahwa wasir (atau keluhan yang diduga wasir) tersebut harus diperiksa dulu (dilihat secara langsung) oleh dokter kami yang menangani wasir menggunakan alat khusus. Kami tidak bisa memberi kepastian bisa - tidaknya wasir ditangani tanpa operasi sebelum dokter kami memeriksanya terlebih dahulu apalagi jika penjelasan / pertanyaan mengenai wasir diberikan / diajukan hanya per telepon. Maka mohon membuat appointment (mengatur jadwal temu) dengan kami terlebih dahulu supaya wasir (ambeien) Anda bisa diperiksa dengan lebih baik.
Jangan tunda lagi. Hubungi kami segera!
Informasi:
Jl. Stadion Selatan 11, SEMARANG
KAMI HANYA ADA DI SEMARANG.
Website: www.mitralab.com dan www.wasirsembuh.com
Facebook: Mitra Laboratorium Klinik
Telepon: 024 - 844 4149 atau 024 - 831 6334
Handphone: 081 90 111 8719 (XL) atau 0811 272 6533 (HALO)
Black Berry PIN: 2A42AE07
![E-book: Lemakku = Obatku, Fat Stem Cells [Sel Punca Lemak]. Oleh: Silvan Prayogo](http://mitralab.blogdetik.com/files/2013/03/834b03789f9a6bbebb63f2bca52cc184_lemakobatku_cover5_background-300x300.jpg)




