Harga tindakan Barron Modern untuk menghilangkan wasir tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok adalah Rp. 1. 250. 000 (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per tindakan sejak 15 Februari 2012. Terima kasih.
Mitra Laboratorium Klinik di Jl. Stadion Selatan 11, Semarang menyediakan paket-paket laboratorium medical check up ekonomis mulai dari Rp. 85 ribu. Parameter-parameter yang ditawarkan dalam paket-paket ini antara lain:
Analisa kimia klinis darah seperti kolesterol, triglycerides, gula darah, HDL, dll.
Analisa darah lengkap seperti eritrosit, lekosit, dll
Analisa urine lengkap
ECG (Rekam Jantung)
Informasi silakan hubungi
Tel: 024 - 844 4149 atau 024 - 831 6334
Hp: 081 90 111 8719
Email: mitralab at gmail.com
Website: www.mitralab.com atau www.wasirsembuh.com
Blog: www.mitralab.blogdetik.com
Jangan datang mendadak. Pendaftaran minimal dua sampai tiga hari sebelumnya.
Sebaiknya lakukan pemotretan X-ray di lokasi yang dikeluhkan sakit. Jangan lupa membawa foto X-ray saat akan menjalani tindakan ESWT.
ESWT tidak bisa untuk nyeri di leher, dada, tulang punggung, dan tulang panggul.
ESWT tidak cocok (tidak optimal) untuk sakit sendi yang disebabkan oleh Asam Urat tinggi dan / atau penderita rematik.
Persyaratan untuk ESWT:
- Tidak menderita kelainan / sakit jantung. Misal: pernah operasi jantung, memakai alat pacu jantung, dll.
- Tidak sedang didiagnosa menderita kanker di lokasi yang dikeluhkan sakit.
- Jika wanita: tidak sedang hamil.
Silakan hubungi:
Mitra Laboratorium Klinik
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang (KAMI TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN)
Website: www.mitralab.com
Blog: www.mitralab.blogdetik.com
Facebook dan Google Search: Mitra Laboratorium Klinik
Email: mitralab at gmail.com
Telepon: 024 - 844 4149 atau 831 6334
Hp: 081 90 111 8719
Pengobatan wasir (ambeien) tanpa operasi (tanpa bedah), tanpa suntik, dan tanpa mondok memiliki website khusus yaitu:
Silakan kunjungi situs tersebut untuk informasi seputar pengobatan wasir tanpa operasi.
Pengobatan wasir tanpa operasi adalah menggunakan metode pemasangan karet khusus pada pangkal wasir untuk menhentikan aliran darah ke wasir sehingga wasir akan “mati” (putus) dalam 7 - 14 hari (satu sampai dua minggu).
Artikel ditulis oleh Sarah Baldauf dari USNews.com
Kamis, Feb 03, 2011
URL:
http://health.yahoo.net/articles/heart/13-numbers-everyone-should-know
Umur panjang tanpa penyakit jantung tidak hanya mengontrol rutin standard kesehatan seperti tekanan darah dan kadar kolesterol. Memonitor indikator-indikator ini penting dalam menjaga kesehatan jantung Anda, namun ada hal-hal penting lainnya yang harus dimonitor. Beberapa di antaranya bisa mengejutkan.
Asosiasi Jantung Amerika (The American Heart Association) mencatat pada revisi tahun 2010 bahwa walaupun angka kematian di Amerika Serikat (AS) karena penyakit kardio vaskuler menurun antara 1996 – 2006, beban akibat penyakit tersebut masih tinggi. Lebih dari 1 di setiap 3 kematian adalah akibat penyakit jantung di tahun 2006.
U.S. News berkonsultasi dengan ahli kardiologi (ilmu jantung) untuk merangkum hal-hal yang harus dilakukan supaya jantung Anda tetap sehat untuk waktu lama.
1. Konsumsi alkohol (minuman keras)
Penggemar minuman beralkohol bisa kecewa, karena penelitian tentang manfaat kesehatan dari alkohol masih diragukan. “Jika Anda menderita penyakit jantung, minuman beralkohol tidak bermanfaat bagi Anda. Jika Anda tidak menderita penyakit jantung, konsumsi alkoloh bukan cara benar untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung,” kata Jonathan Whiteson, direktur Program Rehabilitasi Kardiovaskuler di New York University Langone Medical Center. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anggur merah (red wine) bisa meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), namun Whiteson mengingatkan bahwa manfaat ini kecil. “Berolah raga meningkatkan kadar HDL lebih baik,” ujarnya.
Walaupun beliau tidak menentang minuman beralkohol saat bersosialisasi (contoh: pesta), namun anggapan bahwa alkohol bermanfaat untuk kesehatan adalah pemikiran yang salah terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung, Whiteson menerangkan. Faktanya, alkohol bisa mempengaruhi kinerja obat sehingga manfaat menjadi terhambat atau menjadi berbahaya. (Suplemen herbal bisa bereaksi dengan obat jantung juga). Dan meminum minuman beralkohol terlalu banyak bisa meningkatkan tekanan darah atau triglycerides (sejenis lemak).
Kesimpulan: The American Heart Association (AHA) menyarankan orang sehat membatasi konsumsi minuman beralkohol. Batas konsumsi minuman beralkohol adalah satu atau dua kali minum per hari untuk pria dan satu kali minum per hari untuk wanita. Dan berhati-hati dengan volume yang diminum: AHA mendefinisikan satu kali minum minuman beralkohol adalah salah satu dari berikut:
· 12 fluid ounce (360 ml) bir.
· 4 fluid ounce (120 ml) gelas anggur (wine).
· 1.5 fluid ounce (45 ml) 80-proof spirit (40% alkohol), atau
· 1 fluid ounce (30 ml) 100-proof spirits (50% alkohol).
2. Konsumsi garam (Salt intake)
Beberapa ahli mengatakan bahwa konsumsi sodium (garam) yang berlebihan di makanan Amerika mengganggu sistem kardiovaskuler. “Garam menahan cairan dalam sirkulasi, dan jika Anda sensitif terhadap sodium, volume darah bisa meningkat dan menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung lainnya,” Clyde Yancy menjelaskan. Clyde Yancy adalah direktur medis dari Baylor Heart and Vascular Institute at Baylor University Medical Center di Dallas, AS dan pembicara untuk AHA.
Laporan di New England Journal of Medicine menyarankan orang Amerika perlu mengurangi konsumsi garam harian sebanyak 3 gram, untuk menurunkan jumlah kasus-kasus baru setiap tahun pada penyakit jantung koroner (antara 60.000 – 120.000), stroke (antara 32.000 – 66.000), dan serangan jantung (antara 54.000 – 99.000), dan bahkan angka kematian (antara 44.000 – 92.000). Catatan penelitian para penulis jurnal ilmiah tersebut menunjukkan rata-rata pria Amerika mengonsumsi 10.4 gram garam setiap hari, sedangkan rata-rata wanita Amerika mengonsumsi 7.3 gram garam setiap hari.
Kesimpulan: AHA menyarankan batas konsumsi garam sebaiknya 1.5 gram per hari. Waspada: sodium bisa terkandung dari banyak sumber tak terduga, tidak hanya garam dapur. Penelitian menunjukkan bahwa 80% konsumsi garam harian berasal dari makanan yang sudah diproses.
3. Konsumsi Gula
Tidak hanya rasa gurih, rasa manis-pun bisa berbahaya, menurut American Heart Association (AHA). Seperti garam, gula juga terkandung dalam sebagian besar makanan Amerika, dan minuman manis seperti soda, jus, minuman olah raga, biasanya mengandung banyak gula. Berikut ini adalah perhitungan yang mencengangkan:
12 ounce (360 ml) dalam sekaleng soda mengandung sekitar 8 sendok teh (33 gram) gula, dengan total 130 kalori. (Satu gram gula adalah 4 kalori).
Maka, satu kaleng minuman soda yang diminum orang Amerika, biasanya mengandung gula di atas batas tertinggi per hari yang disarankan oleh AHA. Kekhawatiran utama AHA adalah kelebihan kalori dari konsumsi gula dan menjadi lemak di pinggang sehingga menyebabkan perubahan metabolisme yang meningkatkan resiko terserang berbagai penyakit.
Kesimpulan: menurut AHA, wanita seharusnya tidak mengonsumsi gula lebih dari 100 kalori per hari dan batas maksimum konsumsi gula bagi pria adalah 150 kalori per hari.
4. Jumlah denyut jantung per menit saat istirahat (resting heart rate)
Seberat apa jantung Anda bekerja dan seberapa cepat jantung Anda harus memompa darah yang mengandung oxygen supaya mengalir ke seluruh tubuh Anda? Jumlah denyut jantung yang rendah berarti sistem kardiovaskuler Anda bekerja efisien. Maka, atlit yang sangat terlatih bisa memiliki resting heart rate di kisaran 40-an, ujar Whiteson.
Dan ketika penelitian masih memperkirakan heart rate seberapa yang menandakan resiko penyakit jantung, kejelasan mulai muncul. “Ada bukti-bukti pasti yang menunjukkan penyakit jantung berhubungan dengan heart rate tinggi”, terutama penyakit jantung ischemic, ujarnya, yang disertai penurunan aliran darah (dan oxygen) ke arteri jantung dan ke otot jantung. Efek ini sepertinya leih jelas pada wanita daripada pria, namun penelitian di Journal of epidemiology and Community Health menunjukkan bahwa wanita berusia hingga 70 tahun, setiap peningkatan 10 denyut per menit pada resting heart rate meningkatkan resiko terserang penyakit jantung ischemic sebesar 18%. Pada pria, resiko meningkat sebesar 10% untuk setiap peningkatan 10 denyut per menit, dan usia tidak berpengaruh. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita dengan tingkat aktivitas fisik tinggi bisa menurunkan resiko kematian dibandingkan jika sedikit beraktivitas fisik atau tidak sama sekali. Namun tidak demikian dengan pria. Para peneiti menjelaskan bahwa perbedaan tersebut kemungkinan karena pria terlalu berlebihan (overestimate) dalam melaporkan seberapa sering mereka berolah raga.
Kesimpulan: resting heart rate normal berkisar antara 60 sampai 100 denyut per menit (beats per minute). Cek resting heart rate Anda dengan menghitung denyut di pergelangan tangan selama 15 detik kemudian dikalikan empat.
5. Lama tidur setiap malam
Orang Amerika yang banyak mengonsumsi kafein perlu tidur lebih lama. Dan bukti menunjukkan bahwa dampak kurang tidur malam tidak hanya dirasakan keesokannya namun juga bisa mempengaruhi jantung dalam jangka panjang. Sudah terbukti bahwa sleep apnea, gangguan tidur berupa sesak napas berulang kali, berhubungan dengan stroke dan penyakit jantung koroner.
Alasannya tidak jelas, kata Whiteson, namun diperkirakan bahwa orang yang sesak napas berulang kali saat tidur memiliki tekanan darah tinggi secara keseluruhan karena mereka tidak mendapat manfaat perbaikan saat tidur yaitu penurunan tekanan darah dan mengistirahatkan sistem kardiovaskuler. Dan sebuah penelitian di Journal of The American Medical Association menunjukkan bahwa orang usia menengah dengan waktu tidur kurang dari 5 jam setiap malam memiliki resiko penyakit koroner arteri lebih tinggi daripada orang yang tidur delapan jam setiap malamnya. Petunjuknya adalah penumpukan kalsium di pembuluh darah arteri yang terlihat dengan CT scan sebelum penyakit mulai muncul.
Kesimpulan: Tidur terbaik adalah 8 jam walaupun bukan hal yang mudah.
6. Berolah raga
Anda sudah mendengarnya berulang kali, dan pesannya selalu sama: olah raga yang secara rutin menghentakkan jantung memberi banyak manfaat kesehatan, terutama kesehatan kardiovaskuler. Mungkin para dokter (dan penulis kesehatan) selalu menjejali kita dengan fakta bahwa survey Centers of Desease Control and Prevention di tahun 2008 menunjukkan 59% orang dewasa Amerika tidak berolah raga.
Kesimpulan: Dalam rangka mempromosikan kesehatan, asosiasi-asosiasi kesehatan utama (termasuk AHA dan American College of Sports Medicine) menyarankan minimal 150 menit aktivitas fisik moderat setiap minggu. Contoh: jalan cepat yang memacu denyut jantung Anda. Dengan kata lain, berolah raga 30 menit per hari selama lima hari per minggu. Mereka juga menyarankan dua kali seminggu olah raga kekuatan yang terdiri dari 8-10 latihan masing-masing 12 pengulangan.
Whiteson di NYU Langone Medical Center menyarankan mereka yang tidak menderita penyakit jantung seharusnya meningkatkan waktu berolah raga menjadi 60 menit per hari, lima kali seminggu aktivitas fisik berat di mana Anda harus bernapas berat dan berkeringat. Namun beliau memberi alternatif: “Anda bisa membaginya menjadi tiga kali sesi per hari masing-masing 20 menit karena manfaat latihan aerobik bersifat kumulatif”. Beliau juga berpendapat bahwa mereka yang tidak menderita penyakit jantung seharusnya melakukan olah raga kekuatan tiga kali seminggu. Orang dengan penyakit jantung seharusnya berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai olah raga yang cocok baginya.
7. Rokok
Penelitian Norwegia tahun 2009 menemukan bahwa perokok berat (perokok yang menghisap minimal 20 rokok sehari) 2.5 kali beresiko meninggal dalam 30 tahun daripada orang yang tidak merokok. Namun resiko kardiovaskuler akibat merokok tidak hanya pada perokok.
Peringatan kurang diterima adalah bahwa orang sekali waktu terkena asap rokok-pun juga beresiko. Bahkan 10 menit menghirup asap rokok secara pasif (secondhand smoker) bisa mempengaruhi fungsi kardiovaskuler. Tidak merokok sebungkus sehari maupun seminggu bukan berarti Anda terbebas dari resiko. “Tidak ada batas aman bagi asap rokok”, ujar Yancy.
Kesimpulan: Jangan merokok sama sekali supaya terlindung dari penyakit jantung (juga kanker, stroke, dan gangguan reproduktif).
8. Gula darah
Dalam jangka panjang, kadar gula darah tinggi yang berkaitan dengan diabetes bisa merusak saraf dan pembuluh darah. Ini bisa meningkatkan penumpukan lemak di dinding pembuluh darah sehingga aliran darah tersendat dan berakibat atherosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah arteri karena lemak seperti kolesterol). Diabetes sangat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler. Tiga per empat dari penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung atau pembuluh darah.
Kemampuan tubuh Anda mengolah glukosa (gula darah) dengan baik bisa diperiksa dengan pemeriksaan gula puasa yang merupakan gambaran kadar gula darah Anda saat puasa, atau dengan menjalani pemeriksaan hemoglobin A1C, yang mengukur kadar gula darah keseluruhan pada tiga bulan sebelumnya. Keduanya bisa berarti. “Data penelitian menunjukkan bahwa ada signifikan penurunan resiko penyakit jantung dan vaskuler untuk setiap 1% penurunan hemoglobin A1C,” ujar Whiteson.
Kesimpulan: Semakin terkontrol semakin baik. Batas pemeriksaan gula darah puasa adalah kurang dari 100 mg/dl; pradiabetes biasanya antara 100 – 125 mg/dl, dan diabetes adalah di atas 126 mg/dl. Level Hemoglobin A1C yang normal adalah di bawah 6 %, dan beberapa penderita diabetes harus menjaganya di bawah 7 %.
9. C-reactive protein (CRP)
Inflamasi (peradangan) adalah proses mempertahankan tubuh, seperti karena demam atau luka, supaya sembuh. Namun dalam jangka panjang, inflamasi kronis bisa berdampak buruk pada kesehatan karena produk-produk yang dihasilkan (contoh: molekul penyebab inflamasi/radang seperti cytokines) diyakini merupakan bagian dari beberapa proses penyakit, termasuk atheroscleroris, kegemukan (obesitas), dan penyakit Alzheimer. Penyakit jantung juga dipengaruhi oleh c-reactive protein, yaitu penanda tingkat inflamasi yang bisa diketahui dengan pemeriksaan darah hs-CRP (high sensitivity C reactive Protein).
Siapa yang seharusnya menjalani tes hs-CRP dan apa yang dokter harus lakukan untuk menindak-lanjuti hasil tes tersebut? Ini adalah hal-hal yang menjadi perdebatan penting. “Kita tidak bisa mengobati c-reactive protein yang tinggi,” kata Witheson. CRP adalah penanda gangguan jantung, namun tidak ada pengobatan atau prosedur yang bisa menurunkan CRP tinggi ke level normal. Namun masih memungkinkan untuk mengobati/merawat faktor-faktor resiko kritis lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Dengan demikian bisa menurunkan resiko gangguan jantung di masa depan dan kematian. Penelitian di akhir tahun 2008 menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki penyakit jantung, memiliki kadar kolesterol normal dan mengonsumsi statins memiliki resiko serangan jantung dan stroke lebih rendah. Mereka juga menjalani angioplasties dan operasi bypass lebih sedikit selama penelitian dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi statins. Namun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam penelitian sehingga orang sehingga statins sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan.
Kesimpulan: Menurut American Heart Association, hasil tes hs-CRP 1 mg/l berarti Anda beresiko rendah terkena penyakit kardiovaskuler, hasil tes antara 1 dan 3 mg/l berarti Anda beresiko rata-rata, dan hasil tes di atas 3 mg/l berarti resiko Anda tinggi. Mengetahui hasil tes bisa bermanfaat jika Anda termasuk berpeluang rata-rata mengidap penyakit jantung berdasarkan faktor-faktor resiko dan dokter Anda memerlukan data tambahan untuk menentukan perawatan, Yancy menerangkan. Namun tes CRP tidak perlu dilakukan jika seseorang sudah diketahui beresiko tinggi mengidap penyakit jantung atau memang sehat,” Yancy menerangkan.
10. Lingkar pinggang
Walaupun bukan cara langsung memperkirakan resiko penyakit jantung, lingkar pinggang yang besar dengan resiko tinggi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, semuanya bisa berdampak pada kesehatan jantung. Dan semakin besar perut Anda, biasanya badan juga semakin berat. Obesitas (kegemukan) tentunya adalah faktor resiko yang sudah sangat dikenal dalam berbagai penyakit termasuk penyakit jantung.
Lebih penting lagi, semakin besar ukuran pinggang menandakan penumpukan lemak di sekeliling perut dan organ-organ vital, yang menurut penelitian lebih berbahaya daripada penumpukan lemak di paha atau pantat. Pastikan Anda mengukur dengan benar. Pengukuran lingkar pinggang yang benar adalah dengan melingkarkan pita ukur (measuring tape) di sekeliling pinggang pada pusar, bukan di bawahnya.
Kesimpulan: Lingkar pinggang pria seharusnya kurang dari 40 inci (100 cm). Sedangkan wanita seharusnya kurang dari 35 inci (87.5 cm).
11. Body mass index (index masa tubuh)
Berat badan penting, namun tinggi badan Anda juga harus diperhitungkan. Body mass index memperhitungkan berat dan tinggi badan. Seperti lingkar pinggang, BMI secara tidak langsung mengukur resiko, namun nilai BMI tinggi biasanya tinggi pula resikonya. Harus diingat bahwa BMI tidak selalu akurat. Seseorang yang sehat dan berotot besar bisa memiliki BMI tinggi.
Kelebihan berat badan diasosiasikan dengan diabetes, penyakit jantung, dan strok, beberapa kanker, sleep apnea, osteoarthritis, penyakit hati (liver) berlemak, dan komplikasi kehamilan.
Kesimpulan: Orang dengan BMI kurang dari 18.5 adalah kekurangan berat badan. Nilai BMI normal adalah antara 18.5 dan 24.9. Kelebihan berat badan adalah jika BMI antara 25 dan 30. Sedangkan kegemukan (obesitas) adalah BMI di atas 30.
12. Tekanan darah
Tekanan darah penting untuk kesehatan jantung. Menurut Institut Jantung Paru dan Darah Nasional (National Heart Lung and Blood Institute), 1 dari 3 orang Amerika memiliki tekanan darah tinggi. Ketika perawat memasang alat di lengan Anda, dia sedang mengukur kekuatan pada dinding pembuluh darah arteri Anda yang bisa berubah-ubah sesuai denyut jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Masalahnya adalah, tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala jelas, jadi seseorang bisa menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) tanpa disadari. Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi bisa merusak organ dan berakibat berbagai gangguan kesehatan.
Menurunkan tekanan darah tinggi bisa dengan pengobatan, namun perbaikan pola makan dan olah raga bisa efektif. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) [Perubahan Pola Makan Untuk Mengatasi Hipertensi] yang banyak sayur mayur, buah-buahan, ikan, dan kacang-kacangan namun rendah gula dan sedikit lemak daging merah cukup efektif menurunkan tekanan darah. Dan penelitian menunjukkan bahwa diet DASH sangat efektif jika diimbangi dengan menurunkan konsumsi garam. Garam merupakan pemicu tekanan darah tinggi.
Kesimpulan: “Nilai tekanan darah yang baik adalah 120 / 80,” yang merupakan batas nilai normal tekanan darah, kata Yancy. Tekanan darah di atas 120 / 80 bisa merusak sistem vaskuler, jantung, dan ginjal. Nilai pertama (contoh: ”120”) adalah tekanan darah sistolik yang berarti tekanan darah ketika jantung memompa. Nilai ke-2 (contoh: “80”) adalah tekanan darah diastolic yang berarti tekanan darah di antara denyut jantung. Pengukuran di atas 120 / 80 namun di bawah 140 / 90 berarti pra-hipertensi. Nilai di atas 120 / 80 berarti hipertensi. Pra-hipertensi dan hipertensi memerlukan upaya untuk mengontrol tekanan darah.
13. Kolesterol
Kadar kolesterol Anda mengkur lemak yang beredar di aliran darah Anda. Kadar kolesterol yang tinggi meningkatkan resiko terserang penyakit arteri koroner dan stroke. Menurunkan lemak jenuh, kolesterol, dan total lemak bisa menurunkan kadar kolesterol. Dan berolah raga, kata Whiteson, “cukup efektif untuk meminimalkan faktor-faktor resiko penyakit jantung,” termasuk menurunkan berat badan, menurunkan stress, memperbaiki profil gula darah, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan total kolesterol, menurunkan LDL (kolesterol jahat), meningkatkan HDL (kolesterol baik), dan menurunkan triglyseride (semaacam lemak dalam darah).
Kesimpulan: Anda harus berusaha menjaga total kolesterol di bawah 200 mg/dl. Kadar kolesterol di atas 240 mg/dl meningkatkan resiko penyakit koroner arteri dua kali lipat daripada orang dengan kadar kolesterol normal. HDL seharusnya di atas 40 mg/dl untuk pria dan di atas 50 mg/dl untuk wanita. Wanita cenderung memiliki HDL lebih tinggi sebelum menopause. Nilai HDL di atas 60 mg/dl melindungi jantung Anda. LDL idealnya di bawah 100 mg/dl, walaupun nilai 129 mg/dl adalah mendekati optimal. Nilai LDL tinggi adalah di atas 160 mg/dl. Triglycerides seharusnya di bawah 150 mg/dl. Triglycerides di atas 200 mg/dl termasuk tinggi.
Mitra Laboratorium Klinik menyediakan lebih dari 3 paket pemeriksaan kesehatan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan kesehatan Anda. Silakan hubungi kami segera di Mitra Laboratorium Klinik, Jl. Stadion Selatan 11, Semarang. Tel: 024-844 4149 atau 831 6334
Pada Desember 2010, Mitra Laboratorium Klinik melakukan pemeriksaan golongan darah bagi siswa-siswa SD Karangturi, Semarang.
Pemeriksaan meliputi penentuan golongan darah (A, B, AB, atau O) dan faktor Rh (positif atau negatif).
Berikut adalah foto-fotonya.
Jangan biarkan wasir Anda menjadi semakin parah hingga seperti gambar di bawah ini. Wasir berikut ini adalah contoh wasir parah (stadium 4).
Ciri-ciri wasir parah (stadium 4) antara lain:
1. Wasir bengkak besar (bisa mencapai seukuran ibu jari).
2. Wasir tidak bisa didorong masuk ke dalam dubur.
3. Terjadi inflamasi dan pendarahan.
4. Bisa terasa nyeri.
Wasir yang sudah parah tidak bisa ditangani dengan metode Barron Modern. Solusi adalah OPERASI.
Segera atasi wasir Anda jika masih tergolong ringan dengan metode Barron Modern tanpa operasi, tanpa suntik, dan tanpa mondok.
Hubungi:
Mitra Laboratorium Klinik www.mitralab.com)
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang, Indonesia.
Tel: 024 - 844 4149 / 831 6334.
Email: mitralab at gmail.com
Persyaratan pendaftaran:
1. Mendaftar sehari sebelum tanggal yang diinginkan untuk mengkonfirmasi ketersediaan dokter dan fasilitas kami.
2. Wasir tidak sedang kesakitan.
3. Wanita: tidak sedang hamil atau tidak sedang menstruasi (haid / datang bulan).
4. Makan siang sebelum tindakan.
5. BAB (jika bisa) sebelum tindakan.
6. Melunasi biaya tindakan secara tunai sebelum tindakan.
Apakah tumit dan/atau telapak kaki Anda sakit saat bangun tidur, setelah istirahat lama, saat beraktivitas (contoh: tennis, lari, berjalan, mendaki anak tangga, dll)?
Apakah foto X-ray pada tumit menunjukkan jalu (pengapuran)?
Apakah tumit Anda membengkak?
Kemungkinan besar Anda menderita Plantar Fasciitis yaitu peradangan / inflamasi pada plantar fascia.
Plantar fascia adalah jaringan tebal berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki. Plantar fascia berfungsi sebagai shock absorber (peredam / bantalan) pada telapak kaki. Jaringan tebal ini bisa robek dan meradang karena:
1. Tegangan dan beban yang ditahannya terlalu berat seperti:
· Berlari
· Berjalan jarak jauh untuk waktu lama
· Terlalu lama berdiri
· Obesitas (kegemukan)
· Kehamilan.
· Salah mengenakan sepatu sehingga kaki dipaksa bekerja pada posisi abnormal.
2. Arthritis (radang sendi)
3. Proses penuaan: plantar fascia mengendur.
Penanganan sakit tumit / sakit telapak kaki (plantar fasciitis) tanpa operasi antara lain:
1. Penanganan rasa sakit jangka pendek tanpa resiko seperti:
a. Pemijatan
b. Mengenakan bantalan / sol sepatu lunak.
c. Mengenakan night splint (penyangga kaki).
2. Penanganan jangka pendek dan beresiko:
a. Meminum obat-obatan anti nyeri. Mempunyai resiko kerusakan / luka lambung karena iritasi obat.
b. Suntikan obat-obat steroid. Menimbulkan efek pengeroposan tulang. Saat ini sudah tidak banyak dipakai.
3. Extracorporeal Shock Waves Therapy (ESWT)
ESWT adalah terapi gelombang kejut yang diarahkan ke lokasi rasa sakit untuk merangsang peredaran darah sehingga terjadi perbaikan jaringan, menghilangkan peradangan, dan menghilangkan nyeri sehingga pasien bisa beraktivitas lagi.
Selain itu, ESWT tidak memerlukan rawat inap (mondok) sehingga pasien bisa langsung beraktivitas setelah tindakan.
Penelitian manfaat ESWT pada nyeri tumit / telapak kaki sudah dilakukan sejak tahun 1990an. Penelitian terbaru yang terbit pada Maret 2010 membuktikan bahwa Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) bisa mengatasi rasa sakit pada tumit dan/atau telapak kaki (plantar fasciitis). Penelitian ini dilakukan pada ratusan orang dan menggunakan kontrol placebo (baca: plasebo).
Placebo adalah zat atau tindakan yang tidak berdampak apa-apa (tidak aktif / pura-pura) yang diberikan kepada pasien dalam uji coba keefektifan obat atau terapi. Pasien tidak tahu apakah dia menerima placebo atau obat/terapi yang sesungguhnya (aktif). Bahkan peneliti-pun tidak mengetahui pasien mana saja yang menerima placebo hingga data terkumpul dan dianalisa. Terapi diberikan oleh pihak ke-tiga yang mencatat jalannya penelitian. Dengan cara ini, peneliti bisa melihat dan menyimpulkan bahwa efek yang dialami pasien benar karena terapi dan bukan efek psikologis (sugesti).
Di Amerika Serikat, ESWT dijinkan dipakai sejak 2001.
Dr. Ludger Gerdesmeyer, MD yang mempresentasikan hasil penelitian ESWT pada nyeri tumit / telapak kaki kronis (Chronic Plantar Fasciitis) dalam pertemuan “The 2010 Annual Meeting of American Academy of Orthopaedic Surgeons (ahli bedah tulang)” di New Orleans, AS, mengatakan bahwa ESWT sukses menghilangkan nyeri tumit / telapak kaki, dilihat dari penelitian statistic maupun klinis.
Dr. Gerdesmeyer menjelaskan bahwa rasa sakit yang dialami pasien berkurang dalam 3 bulan setelah menjalani 3 kali ESWT dan perbaikan selanjutnya terus berlangsung.
Maka, bisa disimpulkan bahwa rasa sakit di telapak kaki dan tumit bisa diatasi dengan ESWT sehingga menghindarkan resiko operasi dan suntik. Namun pasien juga harus menjaga kondisi baik tumit / telapak kaki.
Referensi:
1. Chen, H. S., Chen, L. M, and Huang, T. W, “Treatment of Painful Heel Syndrome With Shock Waves”, Clinical Orthopaedics and Related Research Number 387 (Section 1 Symposium: Extracorporeal Shock Wave Therapy in Orthopaedics) , pg. 41 – 46, 2001.
2. Ogden, J.A., Alvarez, R., Levitt, R., Cross, G. L., and Marlow, M., “Shock Wave Therapy for Chronic Proximal Plantar Fasciitis”, Clinical Orthopaedics and Related Research Number 387 (Section 1 Symposium: Extracorporeal Shock Wave Therapy in Orthopaedics) , pg. 47 - 59, 2001.
3. Gerdesmeyer L, Gollwitzer HW, Saxena A, et al. Focused shock wave therapy in chronic plantar heel pain: A randomized placebo controlled trial. #706. Presented at the 2010 Annual Meeting of the American Academy of Orthopaedic Surgeons. March 9-13, 2010. New Orleans.
Mitra Laboratorium Klinik www.mitralab.com)
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang
T: 024 - 844 4149, 831 6334
F: 024 - 831 2704
Email: September 25th, 2010 at 10:57 and tagged ESWT, Extra Corporeal Shock Wave Therapy, nyeri telapak kaki, nyeri tumit, plantar fascia, plantar fasciitis, telapak kaki, tumit | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Artikel dari KOMPAS, terbit: Kamis, 10 Juni 2010, Bagian: Kesehatan Pencernaan
Sembelit alias sulit buang air besar kerap dipandang enteng dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, sembelit yang dibiarkan berlarut-larut berpengaruh buruk bagi kesehatan, termasuk mengakibatkan kanker. Kebiasaan buang air besar juga bisa menjadi pertanda hadirnya penyakit lain. Indira Permanasari
Orang kerap abai meski berkali-kali hanya satu kali buang air besar dalam seminggu,” ujar Dadang Makmun, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gastroenterologi, dalam jumpa pers mengenai Konsensus Nasional Penatalaksanaan Konstipasi 2010 akhir pekan lalu. Bahkan, pernah terdapat kasus seseorang yang tidak buang air besar selama satu bulan.
Persoalan sembelit sebetulnya cukup umum atau ada di sejumlah negara. Di negara maju, seperti Amerika, gangguan ”ke belakang” akan menguras kantong.
Kunjungan ke rumah sakit akibat konstipasi terhitung 2,5 juta orang setahun. Dari jumlah itu dan 100.000 orang terpaksa dirawat di rumah sakit. Di negeri itu, total pengeluaran untuk laksatif (obat pencahar) mencapai 800 juta dollar AS. ”Di Indonesia belum ada data nasional gangguan sembelit,” ujar Dadang.
Dia mencontohkan, dari 2.397 pasien di RSUPN Cipto Mangunkusumo yang menjalani pemeriksaan kolonoskopi tahun 1998–2005, 9 persen dengan konstipasi. ”Diduga, jumlah penderita konstipasi di Indonesia cukup besar,” ujarnya.
Sebesar 36,4 persen menderita wasir dan sekitar 8 persen di antaranya menderita tumor ganas atau kanker usus besar. Terkadang ditemukan pula polip. Semakin lama kotoran di dalam perut, kontak dengan dinding usus bertambah sehingga rawan menyebabkan perubahan atau mutasi sel pada dinding usus.
Konstipasi didefinisikan sebagai frekuensi buang air besar kurang dari normal dengan waktu lama, kesulitan, dan disertai rasa sakit saat mengeluarkan tinja. Faktor yang mendasari konstipasi, antara lain, adalah kurang gerak, kurang minum, kurang serat, sering menunda buang air besar, kebiasaan menggunakan obat pencahar, efek samping obat-obatan tertentu, dan depresi. Gangguan lebih berat, seperti usus terbelit, usus tersumbat, dan kanker usus besar, juga bisa menjadi penyebab.
Proses buang air besar dimulai dari gerakan peristaltik usus besar yang mengantarkan tinja ke rektum (poros usus) untuk dikeluarkan. Tinja masuk dan meregangkan pipa poros usus diikuti relaksasi otot lingkar dubur dan kontraksi otot dasar panggul. Poros usus akan mengeluarkan isinya dengan bantuan kontraksi otot-otot dinding perut.
Dilihat dari waktu
Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi RSUPN Cipto Mangunkusumo menegaskan, konstipasi dilihat dari waktu dan bentuk kotoran.
Waktu transit makanan di dalam usus berkisar 12–72 jam. Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu sudah termasuk konstipasi.
Konstipasi dapat pula ditengarai dari bentuk kotoran, antara lain bergumpal-gumpal kecil atau terlalu cair. Apalagi, seseorang harus menunggu lama atau harus mengejan untuk mengeluarkan tinja.
Dua jenis konstipasi
Konstipasi dibagi menjadi konstipasi primer dan sekunder. Konstipasi primer merupakan konstipasi fungsional yakni tidak ditemukan kelainan organik maupun biokimiawi di dalam tubuh setelah pemeriksaan saksama.
Adapun konstipasi sekunder merupakan konstipasi yang disebabkan penyakit lain, seperti kencing manis, hipotiroid, dan kanker usus besar. Jika usia seseorang berkisar 20–40 tahun, mengalami konstipasi sekunder, dan terdapat kelainan dalam pemeriksaan colok dubur, dokter akan memeriksa lebih lanjut.
”Untuk kasus demikian, penanganan tidak sekadar menghilangkan gejala konstipasinya, tetapi juga penyakit penyebabnya,” ujar Ari.
Dia mengatakan, penanganan konstipasi dimulai dengan perubahan gaya hidup selama 2–4 minggu. Rekomendasi yang diberikan, antara lain, adalah menambah masukan serat. Konsumsi serat masih menjadi masalah di Indonesia. Jumlah serat yang disarankan 25 gram. Namun, berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan, konsumsi serat masyarakat Indonesia di sejumlah kota masih 12,5 gram atau separuh dari rekomendasi.
Serat yang disarankan ialah yang diperoleh dengan diet berimbang sayur dan buah 50–60 persen, protein 30 persen, dan lemak 20–30 persen. Konsumsi air disarankan memadai, yakni 30–60 cc per jam dan olahraga yang cukup. Serat bersifat menahan air sehingga bermanfaat untuk melembabkan, melunakkan, dan memberikan berat pada feses.
Penggunaan obat pencahar diperbolehkan dan sedapat mungkin tidak dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Obat laksatif bekerja dengan cara membuat kotoran menggumpal atau merangsang usus bergerak. Ari mengatakan, dalam konsensus terakhir, dua obat pencahar, yakni anthraquinone dan tegaserod sudah ditarik karena ada efek samping. Obatanthraquinone merusak dinding usus dan tegaserod berefek ke jantung.
Belakangan,
bakteri probiotik menjadi salah satu alternatif menangani konstipasi. Probiotik merupakan bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan dan mempunyai efek menguntungkan dengan meningkatkan kesehatan flora usus. Tingkat efektivitas tergantung galur (strain) bakteri tersebut.
Beberapa jenis probiotik, antara lain Bifidobacterium animalis lactis, Bifidobacterium bifidus, Bifidobacterium brevis, Bifidobacterium infantis, Lactobacillus acidophilus, dan Lactobacillus rhamnosus. Makanan yang difortifikasi dengan probiotik, antara lain, adalah produk susu seperti yogurt.
Jadi jelas sudah, kita tidak boleh main-main dengan konstipasi. Jika berbagai cara penanggulangan konstipasi primer tidak berhasil, diperlukan pembedahan usus. Namun, agar tidak dipusingkan dengan konstipasi tentu lebih baik mencegahnya sedari dini dan menjaga kondisi pencernaan baik-baik.
Seorang dokter ternama, Sir Arthur Hurst (1879–1944), terkenal dengan kata-katanya, ”Tidak ada organ di seluruh tubuh kita yang sangat disalahpahami, dijadikan kambing hitam, dan diperlakukan secara semena-semena
seperti halnya usus besar”. Kasus sembelit sepertinya membuktikan ungkapan itu.
Link: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/10/05000733/sembelit.jangan.dianggap.remeh
Cuci usus besar / kolon atau yang dikenal dengan istilah lain seperti colon hydrotherapy, colon cleansing, irigasi kolon, dan sebagainya adalah terapi yang membilas isi kolon (usus besar) dengan air hangat dan steril untuk mengeluarkan kerak-kerak feces, lendir, dan gas di dalam kolon. Kerak-kerak feces ini adalah sumber racun (toxin) yang dapat diserap kembali oleh tubuh sehingga mengganggu kesehatan antara lain seperti jerawat (akne), kanker kolon, dan sebagainya. Kerak-kerak feces yang semakin lama menumpuk juga bisa menyebabkan konstipasi (sembelit, susah BAB).
Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sering kami terima beserta keterangannya:
1. Siapa yang membutuhkan irigasi kolon (colon cleansing / colon hydrotherapy)?
Penderita konstipasi (sembelit), penderita jerawat (akne), pasien yang mengeluh perut sering terasa kembung dan/atau bergas, mudah lelah, pening, gangguan kesehatan lain, dan mereka yang ingin awet muda (meremajakan tubuh).
2. Apa kelebihan irigasi kolon (colon hydrotherapy / colon cleansing) dalam mengatasi sembelit (konstipasi / susah BAB) dibandingkan produk pencahar dan/atau makan makanan berserat?
Makan makanan berserat adalah syarat mutlak untuk hidup sehat dan terhindar dari sembelit/konstipasi. Namun kenyataannya sebagian orang mengabaikan atau lupa hal ini. Irigasi kolon merupakan sarana yang salah satu manfaatnya adalah membantu mereka yang telah gagal mengikuti pola hidup sehat sehingga menderita sembelit (konstipasi). Walaupun pasien sembelit akhirnya terbebas dari kolon mampet, dia seharusnya memperbaiki pola hidupnya. Contoh: berolah raga teratur, makan makanan berserat, dan banyak minum air.
Irigasi kolon adalah pilihan lebih baik daripada pencahar. Pencahar bekerja dengan merangsang iritasi pada kolon sehingga kolon “dipaksa” untuk bergerak mengeluarkan isinya. Efek samping jangka panjang pencahar adalah melemahkan kemampuan kolon untuk bergerak sendiri. Kolon menjadi bergantung pada rangsangan dari pencahar.
3. Apakah irigasi kolon bisa membuat saya kurus (mengurangi berat badan)?
TIDAK.Irigasi kolon tidak mengurangi lemak dalam tubuh. Jika ingin kurus (mengurangi berat badan dalam jangka panjang), Anda harus berolah raga dan mengatur pola makan. Irigasi kolon mengeluarkan kotoran-kotoran (feces) dari kolon.
4. Kenapa saya tidak melihat kerak (sisa kotoran/feces) yang keluar saat irigasi kolon?
Kerak-kerak feces yang tertinggal di dalam kolon biasanya sudah menetap selama bertahun-tahun dan mengeras. Maka diperlukan lebih dari 1 kali irigasi kolon untuk mengeluarkan kerak-kerak feces ini. Tahap pencucian awal biasanya disarankan 6 kali (satu kali seminggu). Kemudian tahap perawatan sekitar sebulan sekali.
Kemungkinan lain adalah kolon Anda sudah bersih dari kerak-kerak feces.
5. Bagaimana saya bisa melihat kerak-kerak feces yang keluar?
Mesin kami memiliki “jendela” transparan pada saluran pembuangan. Selain itu, Anda bisa mengamati seluruh prosesnya dari cermin yang digantung di atap.
6. Apakah sakit (apa yang akan saya rasakan)?
Sensasi yang dilaporkan oleh para pasien kami adalah mulas dan/atau rasa ingin BAB yang tidak tertahankan.
7. Berapa lama colon hydrotherapy (irigasi kolon) ini?
Sekitar 45 menit.
8. Kapan saya bisa mulai merasakan hasilnya/manfaat terapi irigasi kolon?
Tergantung kondisi yang dialami pasien. Antara segera atau setelah terapi ke-2 dan 3. Pasien kami dengan konstipasi parah (bertahun-tahun) merasa lega dan bisa tidur lebih nyenyak setelah terapi ke-2.
9. Apa pantangan/syarat untuk menjalani terapi irigasi kolon?
Terapi ini tidak disarankan antara lain bagi wanita hamil, penderita wasir (ambeien/hemorrhoid), kanker usus (kolon), atau mereka yang sudah diketahui memiliki gangguan/masalah kolon berat lainnya (contoh: sudah pernah dioperasi, colostomy, dll).
10. Berapa biaya colon hydrotherapy (irigasi kolon) di Mitra Laboratorium Klinik?
Biaya irigasi kolon (colon hydrotherapy) kami adalah Rp. 370.000 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah) per tindakan (per pertemuan).
11. Kenapa biaya yang Anda tawarkan mahal?
Sebetulnya biaya ini tidak mahal mengingat manfaat yang Anda terima agar terhindar dari masalah yang lebih mahal. Contoh: kanker kolon, ambeien/wasir, dan lain-lain.
12. Apakah ada pantangan (syarat) sesudah menjalani irigasi kolon?
Laksanakan pola hidup sehat seperti makan makanan berserat, berolah raga, banyak minum air, kurangi makanan berlemak, dan sebagainya.
Kami sarankan juga untuk mengonsumsi suplemen kesehatan kolon (contoh: suplemen yang mengandung bakteri usus).
13. Berapa lama manfaat colon hydrotherapy bisa bertahan?
Manfaat colon hydrotherapy berjangka panjang dan harus didukung inisiatif Anda untuk melaksanakan pola hidup sehat.
14. Bagaimana saya bisa mendaftar?
Hubungi: Mitra Laboratorium Klinik (www.mitralab.com)
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang
Telepon: 024-831 6334 atau 844 4149
Susah Buang Air Besar (sembelit, konstipasi)? Atasi segera sebelum kesehatan Anda memburuk. Menurut WHO, buang air besar (BAB) minimal adalah 3 kali dalam satu minggu. Penyebab konstipasi (Susah BAB) antara lain kurang makanan berserat, kebiasaan menunda Buang Air Besar (B.A.B), kolon (usus besar) yang lemah, dan sebagainya.
Kurang makanan berserat atau menunda BAB menyebabkan feces mengeras dan tertahan di kolon (usus besar). Feces yang tertahan di usus besar (kolon) mengeras karena penyerapan air oleh kolon. Sehingga, walaupun feces berhasil dikeluarkan, sisa-sisa feces lengket di dinding kolon sebagai kerak-kerak feces yang semakin lama menumpuk (menebal) dan memperkecil saluran kolon (usus besar). Kondisi ini menyebabkan konstipasi (sembelit). Sisa-sisa feces di kolon juga meninggalkan lendir dan gas.
Penyebab konstipasi (susah Buang Air Besar) lainnya adalah melemahnya kolon (usus besar) antara lain karena usia dan/atau gangguan pada kolon. Semakin tua, pergerakan kolon semakin lemah sehingga pembuangan feces menjadi lebih jarang.
Sisa feces di kolon adalah sumber racun (toxin) yang bisa terserap kembali oleh tubuh dan memasuki peredaran darah sehingga menyebabkan berbagai gangguan/keluhan kesehatan. Kondisi ini disebut autointoxication (meracuni diri sendiri). Gangguan kesehatan ini antara lain mudah lelah, pusing, jerawat (akne), dan sebagainya.
Sembelit (konstipasi/susah BAB) bisa diatasi dengan colon hydrotherapy (irigasi kolon) yaitu dengan mengalirkan air steril hangat melalui dubur dan membilas kolon. Irigasi kolon (usus besar) mengeluarkan kerak-kerak feces, lendir, dan gas dari kolon.
Pasien yang sudah menjalani colon hydrotherapy biasanya merasa lebih lega, enteng, tidur lebih nyenyak, dan gangguan-gangguan kesehatan mulai berkurang/hilang. Contoh: jerawat mereda atau hilang, dan sebagainya.
Mitra Laboratorium Klinik di Semarang (Jawa Tengah) menyediakan pelayanan colon hydrotherapy (irigasi kolon). Prosedur berlangsung sekitar 45 menit. Kami adalah pelopor Colon Hydrotherapy di Semarang (bahkan mungkin di Jawa Tengah). Mesin kami dari Canada dan memiliki sistem pengaman otomatis yang menjaga kebersihan dan kerapihan selama prosedur Colon Hydrotherapy (Irigasi Kolon).

Fasilitas Colon Hydrotherapy Mitra Laboratorium Klinik yang terdiri dari Mesin Colon Hydrotherapy dan ranjang yang bisa diatur posisinya dengan remote control untuk hasil (pembilasan) optimal kolon Anda. Colon Hydrotherapy (irigasi kolon) mengeluarkan kerak-kerak feces, lendir, dan gas yang merupakan sumber racun (toxins).

Ruangan Colon Hydrotherapy di Mitra Laboratorium Klinik (Semarang, Jawa Tengah) didesain sehingga ruangan nyaman, bersih, rapi, dan privasi terjaga.

Ruangan Fasilitas Colon Hydrotherapy (Irigasi Kolon) untuk mengatasi sembelit (konstipasi, susah BAB)

Ini adalah mesin colon hydrotherapy (irigasi kolon) yang membilas usus besar (kolon) dengan air steril yang hangat.
Hubungi kami di
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang 50241, Jawa Tengah.
Telp: 024 - 844 4149 atau 831 6334
Email: mitralab at gmail.com
Website:
www.mitralab.com (English) atau
www.mitralab.com/home_indo.html (Bahasa Indonesia)
1. Apakah wasir saya bisa ditangani (kondisi tertentu, stadium 3, 4, dll)?
Jawab: Para dokter kami harus memeriksa wasir Anda secara langsung. Kami tidak bisa memberi jawaban pasti sebelum memeriksanya karena antara lain kondisi yang dikeluhkan sebagai wasir belum tentu wasir, wasir kemungkinan sudah terlalu berat, dan sebagainya.
2. Apakah bisa langsung beraktivitas?
Jawab: Bisa. Tindakan Barron Modern kami BUKAN tindakan operasi/bedah. Pasien tidak perlu oknam (rawat inap di rumah sakit). Pasien bisa langsung beraktivitas.
3. Apakah sakit?
Jawab: rasa sakit berkisar antara tidak terasa, ringan, dan menengah. Namun tidak sampai harus dibius seperti pembedahan. Tingkat rasa sakit tergantung dari lokasi wasir. Wasir internal bisa tidak terasa sakit karena bagian dalam dubur tidak ada jaringan saraf. Wasir external bisa terasa sakit karena anus/dubur terdapat kulit yang kaya akan jaringan saraf. Maka lebih sensitif.
4. Berapa lama wasir hilang?
Jawab: antara 7-14 hari (antara satu sampai dua minggu).
5. Apakah wasir bisa hilang/sembuh?
Jawab: jika dokter sudah menyatakan bisa dilakukan tindakan metode Barron, wasir pasti hilang.
6. Apakah wasir bisa muncul lagi?
Jawab: Bisa. Baca artikel kami sekali lagi untuk memahami penyebab wasir. Wasir muncul karena beberapa faktor. Salah satunya adalah pola hidup. Jika pasien tidak memperbaiki pola/gaya hidup (contoh: masih kurang minum air dan makanan berserat, masih kelebihan berat badan, dll), maka wasir bisa muncul lagi walaupun di lokasi yang berbeda. Ingat, kesehatan adalah berkah yang harus selalu dijaga. Kesembuhan belum tentu kebal selamanya.
7. Apakah kami ada (memiliki) cabang?
Jawab: Tidak. Saat ini kami hanya ada di Semarang, Jawa Tengah.
Cara menghubungi kami:
Mitra Laboratorium Klinik (www.mitralab.com)
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang, Jawa Tengah
Tel: 024 - 844 4149 atau 831 6334
Email: mitralab at gmail.com
8. Berapa biaya tindakan Metode Barron Modern?
Jawab: Biaya dibayar tunai sebelum tindakan. Biaya adalah Rp. 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per tindakan (per pertemuan).
Pertanyaan-pertanyaan lain silakan ditujukan ke mitralab at gmail.com
9. Kenapa biaya tindakan ini mahal?
Jawab: Biaya metode Barron Modern yang kami tawarkan sebetulnya tergolong ekonomis. Biaya operasi (bedah) wasir pasti mencapai jutaan yang terdiri dari biaya tindakan, biaya oknam (rawat inap) selama berhari-hari, dan biaya lain (contoh: cuti kerja selama masa penyembuhan, dll). Ditambah dengan resiko komplikasi karena operasi. Sedangkan pengobatan alternatif lain (ditangani sendiri atau oleh orang non-medis), biaya bisa sama atau bahkan lebih mahal dari pada operasi karena salah penanganan (kurang/tidak mengetahui/meremehkan sisi medis terapi wasir). Contoh: dikira wasir padahal bukan (padahal tumor usus, infeksi, dll). Sehingga pengobatan/terapi salah sasaran, mubasir waktu dan uang, dan berefek samping (jangka pendek atau jangka panjang).
Penulis: Silvan S. Prayogo, BSc., MSc.
Diterbitkan di koran Suara Merdeka (27 April 2008, Minggu).
Nyeri atau peradangan (inflamasi) di sekitar persendian seperti sakit tumit, sakit lutut, sakit pergelangan tangan, bahu, atau sakit siku sering kita alami, bahkan juga atlet-atlet bertubuh prima. Gejala itu muncul karena berbagai penyebab seperti pengapuran (penimbunan kalsium) di sekitar persendian dan inflamasi jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis). Nyeri sendi (sakit sendi) juga terjadi karena osteoarthritis, yaitu pengeroposan tulang rawan yang seharusnya melapisi ujung-ujung tulang sebagai peredam goncangan (shock absorber) agar dua tulang tidak saling bergesekan atau berbenturan.
Sakit persendian lainnya adalah plantar fasciitis yang menyebabkan penderita kesakitan pada tumit dan telapak kaki ketika melangkah. Plantar fasciitis merupakan inflamasi jaringan tebal dan berserat pada telapak kaki yang menghubungkan tumit dan jari-jari kaki, (plantar fascia). Jaringan ini berfungsi sebagai shock absorber pada telapak kaki ketika berlari atau berjalan.
Jaringan tebal ini bisa robek dan meradang jika tegangan dan beban yang ditahannya terlalu berat seperti saat berlari atau berjalan jarak jauh untuk waktu yang lama, terlalu lama berdiri, dan kelebihan berat badan karena kegemukan atau kehamilan. Plantar fasciitis juga bisa terjadi karena arthritis atau penuaan yang menyebabkan pengenduran jaringan plantar fascia.
Salah mengenakan sepatu sehingga kaki dipaksa bekerja pada posisi yang tidak normal untuk waktu yang lama juga beresiko terserang. keluhannya biasanya juga disertai dengan tonjolan pengapuran yang tajam (jalu) di sekitar tulang tumit sehingga menambah rasa nyeri.
Osteoarthritis dapat terjadi karena faktor usia (penuaan), faktor keturunan, rematik, gangguan metabolisme, obesitas, gangguan hormon, dan kecelakaan atau stres mekanik yang merusak persendian. Gejala itu menyebabkan tubuh meresposnya dengan melepaskan zat kimiawi yang merangsang pembentukan tulang baru untuk mengatasi kerusakan tulang rawan. Respons inilah yang memunculkan penebalan atau tonjolan tulang yang tak teratur atau disebut pengapuran sendi.
Meminimalkan Risiko
Berbagai cara dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko terserang gangguan persendian seperti mencegah obesitas. Melakukan pemanasan sebelum berolah-raga, mengikuti teknik-teknik berolahraga yang baik dan benar, tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik yang berbahaya atau di luar batas kemampuan. Mengenakan alas kaki yang nyaman, dan mengonsumsi suplemen kesehatan seperti glucosamine dan chondroitin untuk menjaga kondisi prima persendian.
Bagi para penderita gangguan persendian tersedia beberapa cara tradisional seperti minum obat anti nyeri, injeksi steroid (injeksi cortisone atau corticosteroids), fisioterapi, pendinginan dengan es, atau bahkan dengan operasi. Selain hasilnya belum tentu memuaskan, beberapa cara itu bisa menimbulkan efek samping. Injeksi steroid hanya mampu membebaskan Anda dari rasa nyeri untuk sementara waktu. Bahkan steroid bisa memperparah kondisi karena merangsang pengeroposan tulang.
Penanganan dengan cara operasi mempunyai keberhasilan 50% dan beresiko komplikasi, masa penyembuhan yang lama, masalah dengan luka operasi, dan infeksi. Lagi pula biaya operasi mahal dan harus dilakukan di rumah sakit sehingga pasien harus menginap. Operasi biasanya sebagai pilihan terakir jika rasa sakit sudah tidak terkendali dan penyembuhan non-operasi sudah gagal.
Lalu pengangan apa yang paling mutakhir, aman, ekonomis, dan tanpa efek samping? Jawabannya adalah gelombang kejut yang dipancarkan dari luar tubuh atau disebut Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) yang diciptakan di Jerman dan dipakai di AS setelah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan di AS) pada tahun 2001. Awalnya mesin ini dipakai untuk memecahkan batu ginjal.
Namun penelitian lebih lanjut membuktikan ternyata bisa untuk menangani gangguan persendian. Gelombang kejut yang dihasilkan mesin ini mampu merangsang perbaikan aliran darah ke daerah persendian yang mengalami peradangan, sehingga membantu menghilangkan rasa sakit sendi. Selain itu, gelombang kejut juga berfungsi menipiskan perkapuran yang menyebabkan rasa nyeri.
Di AS, ESWT merupakan alternatif cara pengobatan osteoarthritis sebelum pasien terpaksa dioperasi. “Banyak pasien yang telah mencoba terapi tersebut dan berhasil diatasi dalam waktu tak lama,” ujar George Theodore MD, seorang ortopedis dari Massachusetts General Hospital di Boston, AS.
Dengan ESWT, pasien tidak perlu rawat inap. Ia juga bisa beraktivitas seusai terapi tanpa gangguan. Kelebihan lain, hasil terapi dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa pengulangan. Prosedurnya pun tak rumit. Pasien menjalani pemotretan rontgen terlebih dahulu pada titik-titik sendi yang nyeri. Waktu terapinya sekitar 30-45 menit, bergantung atas berat ringannya penyakit pasien.
ESWT tersedia di Mitra Laboratorium Klinik di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kami sudah melakukan terapi ini sejak 2004.
Yang jelas, gangguan persendian dapat terjadi pada siapa saja dan karena berbagai sebab. Menjaga kondisi tubuh seperti mengonsumsi makanan bergizi, mencegah kegemukan, dan berhati-hati dalam beraktivitas fisik seperti berolahraga, dapat mengurangi resiko gangguan persendian.
Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology
Mitra Laboratorium Klinik (www.mitralab.com)
Jl. Stadion Selatan 11, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Tel: 024 – 844 4149 atau 831 6334 Fax: 024 – 831 2704
Email: mitralab@gmail.com















